Berita
Program Pertukaran Pelajar Kudus Dorong Kesetaraan Mutu Sekolah
Selasa, 21 Juli 2026 15:08
Laga Maroko melawan Belanda pada Piala Dunia 2026 terbukti menjadi salah satu pertandingan paling emosional di babak gugur. Duel ini tidak sekadar menjadi perebutan tiket ke babak berikutnya, tetapi juga mempertemukan dua negara
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 2,4 dilaporkan mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (30/6/2026) siang ini, tepatnya pada pukul 12.41 WIB.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta agar pola Latsarmil yang diberikan kepada para peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) diubah.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan mayoritas perusahaan aplikator transportasi daring besar telah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan kebijakan pemotongan komisi ojek online (ojol) menjadi maksimal delapan persen.
Fase penyisihan Piala Dunia 2026 telah memasuki fase gugur babak 32 besar. Sebanyak 32 tim akan terlibat dalam 16 laga di fase ini. Berikut Hasil Pertandingan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 yang sudah digelar.
Laga babak 32 Besar Piala Dunia 2026 antara Belanda vs Maroko berjalan alot hingga adu tendangan penalti. Namun diujung laga, Maroko akhirnya keluar sebagai pemenang, setelah mendapatkan selisih satu gol di adu tendangan penalti.
Brasil dipastikan akan tetap menjadi negara dengan koleksi gelar Piala Dunia terbanyak setelah Jerman tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hasil tersebut menutup peluang Die Mannschaft menyamai rekor lima gelar milik Selecao
Kemenangan Brasil atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita menarik di luar lapangan. Sosok pelatih Carlo Ancelotti justru menjadi perhatian karena reaksinya yang tetap dingin saat timnya mencetak gol.
Keberhasilan Brasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 langsung memicu reaksi Neymar. Penyerang senior Selecao itu menyindir matematikawan asal Jerman, Joachim Klement, yang sebelumnya memprediksi timnya akan tersingkir lebih cepat.