Loading...
You are here:  Home  >  Headlines  >  Artikel ini

Petani Garam Jepara Minta Pemerintah Setop Impor Guna Stabilkan Harga 



Reporter:    /  @ 14:30:35  /  11 Agustus 2017

    Print       Email

Seorang pembeli garam memanggul garam yang ia beli langsung kepada petani di Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Harga garam di tingkat petani diperkirakan akan semakin merosot. Petani garam di Jepara meminta pemerintah menutup sementara keran impor.

Hal itu dikatakan oleh seorang petani garam di Kedung Lafiq, Jumat (11/8/2017). Menurutnya, impor garam menjadi sebab turunnya harga komoditas tersebut. Meskipun ia tak menampik saat ini sebagian besar petani memang sedang memanen produk laut itu. 

“Setelah terjadi penurunan harga seperti ini, biasanya akan terjadi penurunan terus menerus. Hal itu karena sedang panen garam kedua ada permainan harga dari tengkulak,” ujarnya. 

Dirinya menyebut, ketika sedang berlimpah garam para tengkulak bebas menentukan harga. Hal itu karena mereka punya keleluasaan memilih antara garam yang bagus dan garam yang berkualitas rendah. Hal itu menurut Lafiq juga berpengaruh pada penentuan harga jual. 

Terkait impor garam, dia menyebut permintaan dari perusahaan besar kian tersendat. Hal itu karena pengusaha lebih menantikan garam impor, dibandingkan garam petani. 

“Oleh karenanya, petani garam meminta agar dihentikan dulu impor garamnya, biarkan harganya stabil terlebih dahulu,” pinta Lafiq. 

Adapun, harga jual garam di tingkat petani kini berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu per tombong (80 kilogram). Sebelumnya, harga komoditas ini bisa menyentuh Rp 300.000 per tombong. Namun setelah memasuki panen raya dan kebijakan impor garam, harganya beringsut turun. 

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Band Narapidana Narkotika Pentaskan Lagu Kemerdekaan saat Pemberian Remisi di Lapas Pati

Selengkapnya →