Loading...
You are here:  Home  >  Editorial  >  Artikel ini

Membangkitkan Gairah Batik Lasem Rembang



   /  @ 13:11:07  /  17 April 2017

    Print       Email

Akrom Hazami
red_abc_cba@yahoo.com

LISA Elli Purnamasari, Runner Up Puteri Indonesia tahun 2011 yang juga Miss Earth Indonesia tahun 2010 dan Gloria Natapratja, Duta Pemuda Pelajar dibuat terpana dengan batik tulis Lasem, Kabupaten Rembang.

MuriaNewsCom memberitakannya pada Senin (17/4/2017). Para perempuan cantik dan pintar tersebut menikmati workshop batik tulis Lasem di Desa Karasjajar, Kecamatan Pancur seusai menjadi narasumber dalam talkshow “Kartiniku Inspirasheku” Minggu (16/4/2017).

Mereka juga praktik membuat Batik tulis. Tak segan mereka menirukan kegiatan pembatik lainnya di lokasi itu. Seperti meniup ujung canting yang telah dicelupkan ke dalam malam panas. Lantas menorehkan malam ke atas kain.

Sulit, memang. Karena bagi yang tidak biasa, hal itu akan sulit. Tidak hanya itu, rumit dan penuh ketelitian mutlak dimiliki untuk membuat batik tulis yang berkualitas. Batik tulis Lasem memang telah memiliki kualitas kondang.

Dari beragam sumber menyebutkan, Batik Lasem mempunyai sejarah panjang. Batik Lasem merupakan peninggalan dari jejak kontak Budaya Tionghoa Jawa. Hal ini tampak dari motif Batik Lasem yang dipenuhi corak simbolik tradisi Tionghoa dengan motif lokal.

Konon pada 1860-an, merupakan masa keemasan Batik Lasem yang  dibuat kalangan Tionghoa. Batik Lasem juga pernah diekspor besar-besaran ke negara tetangga macam Singapura dan Sri Lanka. Yakni sekitar 1970 an. Ada sekitar 144 perusahaan batik ketika itu.

Jumlah itu menurun drastis pada saat ini. Indikasinya pada 2015 terdapat 30 perusahaan batik tulis Lasem yang ada di Kabupaten Rembang.Momen UNESCO pada 2009 mengakui batik sebagai warisan dunia, seolah kembali menggairahkan batik. Termasuk Batik Lasem. Ada enam rumah batik di kota tua Lasem dan 120 rumah batik di seantaro Rembang saat ini.

Sekarang ini, terdapat 21 jenis motif Batik Lasem terdaftar di HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kondisi tersebut membuat karya cipta Batik Lasem mendapat perlindungan hukum atas pembajakan motif atau penjiplakan.

Puluhan motif itu hendaknya bisa dilestarikan bersama. Agar hak patennya benar-benar terjaga. Kendala lain yang masih hinggap, seyogyanya juga diantisipasi. Biar gairah perbatikan Lasem kembali bergelora. Beberapa kendala yang tak dapat dipungkiri adalah regenerasi pembatik, kesejahteraan pembatik, serta pemasaran batik.  

Pemerintah, pembatik, pemasar ulung kekinian mau tidak mau wajib duduk bersama menangani semua kendala dan trik menggairahkan Batik Lasem. Upaya konkret harus dipegang bersama, dan terus berlanjut sampai gelora Batik Lasem terasa kembali. (*)

Komentar

komentar



    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Band Narapidana Narkotika Pentaskan Lagu Kemerdekaan saat Pemberian Remisi di Lapas Pati

Selengkapnya →